Apa Itu Sistem Pangan?

Kerangka Pikir Sistem Pangan

Sistem Pangan adalah semua orang dan aktivitas-aktivitas yang berperan dalam menumbuhkan, memproses, mengangkut, memasok dan pada akhirnya memakan makanan. Proses ini juga melibatkan elemen yang sering dilewatkan, seperti preferensi makanan, investasi sumber daya dan tata kelola pemerintahan.

Komponen Sistem Pangan

Rantai Pasok Pangan

Rantai pasok pangan ini merupakan suatu proses panjang dari lahan sampai pada piring di meja makan kita. Proses panjang ini mulai dari memproduksi pangan, memanenya, memprosesnya, pendistribusian volume besar, ritel, kios-kios dan akhirnya sampai pada konsumen terakhir untuk memanfaatkan pangan tersebut.

Tahapan-tahapan dalam rantai pasok pangan ini terhubung dan saling berpengaruh.  Perubahan dari satu tahapan akan memberikan pengaruh pada tahapan lainnya.

Di Indonesia, model rantai pasok pangan ini tidak tunggal atau seragam. Setiap tipe sistem pangan memiliki model rantai pasok pangan tersendiri. Bagi tipe sistem pangan perkotaan semisal, rantai pasok pangan memiliki panjang yang jauh lebih kompleks. Mereka bukan produsen dan tidak memiliki sumber daya alam yang mendukung untuk memproduksi. Sehingga pangan yang setiap Hari dikonsumsi oleh mereka berasal pada tempat yang jauh. Aktor-aktor yang berperan dalam transportasi atau distribusi memiliki peran penting dalam tipe sistem pangan seperti ini.

Berbeda dengan sistem pangan pedesaan yang bercorak agraris misalnya, tipe sistem pangan ini memiliki rantai pasok pangan yang jauh lebih sederhana. Proses produksi dan konsumsi bisa jadi pelakunya sama, yaitu keluarga. Bagi keluarga petani misalnya, mereka mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan atau pada intinya adalah kegiatan budidaya tani, mereka lah aktornya. Setelah panen, keluarga ini akan memanfaatkan hasil sedemikian rupa untuk kepentingan keluarga yang paling utama.

Sumberdaya Pangan

Sumber daya pangan merupakan sumber-sumber produktif yang dibutuhkan untuk memproduksi bahan pangan. Sumber daya pangan ini meliputi lahan, air dan benih. Kondisi penguasaan lahan saat ini masih sangat timpang. Ketimpangan ini bisa ditunjukkan dengan rasio gini kepemilikan lahan. Data BPS menunjukkan bahwa rasio gini tersebut berada pada angka 0,5-0,72.

Produksi pangan di Indonesia didominasi oleh petani-petani kecil dengan penguasaan lahan yang sempit. Perlu upaya-upaya yang sistematis agar penyedia pangan kita dapat memproduksi pangan dengan lahan yang lebih luas. Sehingga dapat lebih menguatkan pasokan pangan dan meningkatkan pendapatan bagi produsen pangan kita (petani).

Lingkungan Pangan

Lingkungan menjadi isu yang sangat panas akhir-akhir ini. Deforestasi pada hutan lindung dapat mempengaruhi produksi pangan. Hutan lindung dan/atau Kawasan lindung merupakan zona penyangga untuk menyediakan air, dimana air merupakan sumber saya pangan penting bagi petani agar dapat memproduksi pangan.

Selain itu, agroekosistem pada pertanian padi masih terus mengalami penurunan produktivitasnya. Penggunaan input pertanian kimia dan sintetis menyebabkan kematian mikroorganisme dimana hal ini sangat penting bagi produksi pangan.

Tidak hanya yang sifatnya lingkungan adalah lokasi, lingkungan pangan dalam sistem pangan ini juga berkenaan dengan keanekaragaman pangan yang diproduksi dan tersedia di tempat terdekat dari konsumen.

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen ini berkaitan dengan apa yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk memilih jenis makanan, tempat makan, olahan pangan, serta penyimpanan bahan pangan di dalam rumah tangga. Komponen sistem pangan ini berhubungan dengan kompenen lainnya seperti pangan lokal dan lingkungan pangan.

Pangan Lokal

Pangan lokal disini adalah keanekaragaman pangan baik yang dikonsumsi maupun yang diproduksi. Keanekaragaman ini erat berhubungan dengan Kesehatan dan kerentanan. Suatu kajian menunjukkan bahwa semakin beragam bahan pangan yang dikonsumsi maka semakin baik bagi Kesehatan tubuh manusia. Selain itu, produksi pangan yang seragam sesungguhnya dekat dengan kerentanan. Dalam epidemologi, pola monokultur sangat beresiko dengan serangan penyakit. Jika satu tanaman terkenan serangan hama, makan dalam satu hamparan akan terkena serangan juga.

Keanekaragaman memberikan imun bagi pengelolaan tanaman dalam satu hamparan.

Faktor Individu

Faktor individu ini meliputi kondisi ekonomi, pengetahuan, keterampilan yang mempengaruhi pangan dapat tersedia. Sebagai contoh, penghasilan dan pengetahuan sangat mempengaruhi jenis makanan apa yang tersedia di dapur atau dipiring orang tersebut. Seorang pekerja di perkotaan dengan jadwal yang padat serta memiliki pendapatan yang cukup, akan lebih memiliki makan dari makanan yang ia pesan dari suatu rumah makan melalui aplikasi daring.

Faktor Pendorong Eksternal Sistem Pangan

Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah factor yang sangat mempengaruhi ketersediaan pangan. Sebagai missal, naiknya permukaan air laut menyebabkan terendamnya lahan produksi padi di daerah pesisir utara jawa. Hal ini tentunya menyebabkan petani tidak dapat Bertani seperti pada waktu sebelumnya. Atau, pada aras distribusi bahan pangan. Dengan adanya gelombang air laut yang tinggi, pengkapalan hasil pertanian juga dapat terhambat. Hal ini tentu berpengaruh pada konsumen yang berada di perkotaan.

Perdagangan dan Globalisasi

Globalisasi menghubungkan masyarakat yang ada di belahan bumi ini saling terhubung. Hal ini tentu lebih membuka hubungan antar negara, termasuk dalam hal perdagangan pangan. Perdagangan ini memberi peluang bagi pelaku usaha dan juga kepada para pekerja. Perdagangan global juga memberikan pengaruh kepada pola konsumsi dan produksi pangan di suatu negara, tidak terkeculai Indonesia.  Permintaan pasar dari global bisa mempengaruhi jenis tanaman apa yang ditanam oleh petani.

Urbanisasi

Jumlah penduduk di negara kita terus bertambah. Proyeksi dari BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2030 jumlah penduduk Indonesia adalah 294,1 juta. Peningkatan jumlah ini tentu berpengaruh pada penggunaan ruang, akses pekerjaan dan pendapatan. Pengaruh ini dapat dikatakan ada kompetisi dalam pendapatkan akses tersebut. bagi masyarakat desa yang sudah kecil aksesnya terhadap lahan, tidak dipungkiri akan terjadi urbanisasi. Mereka akan mencari akses pendapatan dari sector lainnya yang ada di perkotaan.

Besarnya urbanisasi berpengaruh pada ketersediaan pangan yang harus ada di daerah perkotaan. Dimana perkotaan sendiri merupakan nett consumer pangan dan sumber pangan biasanya diperoleh dari pedesaan produsen bahan pangan.

Pertumbuhan Pendapatan dan Distribusi

Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi seseorang berhubungan dengan pendapatannya. Semakin tinggi pendapatan, seseorang juga semakin terbuka memiliki alternatif menu makanan.

Politik dan Kepemimpinan

Kebijakan-kebijakan di daerah baik mengenai pertanian, gizi dan perdagangan mempengaruhi sistem pangan di daerah tersebut. pengambilan keputusan berkaitan kebijakan tersebut juga berhubungan pada petani yang ada di lahan. Setiap kebijakan yang dibuat akan mempengaruhi actor-aktor yang ada dalam rantai pasok pangan.

Konteks dan Sosial Budaya

Kondisi social dan budaya pada suatu daerah akan membentuk perilaku produksi dan konsumsi pangan. Indonesia yang memiliki ragam budaya dan kondisi social mempengaruhi ragam jenis tanaman pangan yang dikembangkan.

Kondisi budaya yang telah tumbuh sekian lama, tentu memiliki model-model pengelolaan pangan yang berkelanjutan. Hal ini mustinya menjadi pertimbangan penting Ketika suatu daerah membangun kebijakan sistem pangannya.

Outcome Sistem Pangan

Dampak Lingkungan

Dampak Ekonomi

Dampak Sosial

Nutrisi dan Kesehatan